Showing posts with label Astronomy. Show all posts
Showing posts with label Astronomy. Show all posts

Thursday, January 7, 2010

Seberapa Besar (Kecil) kah Planet Kita?

Bumi (Earth) adalah planet dimana kaki kita berpijak bersama 6,794,800,000 manusia lainnya berdasarkan sensus PBB 2010. Di planet ini terdapat berbagai mahluk hidup yang jumlahnya tak terhitung, kita salah satu diantaranya. Plenet ini, planet kita, adalah sebuah bola yang menyangga gedung-gedung tinggi, bangunan-bangunan besar, gunung-gunung yang tinggi megah, dan tentunya samudera-samudera sangat luas dan dalam. Dapat di bayangkan betapa luasnya planet kita, betapa besarnya planet kita.

Apa iya planet kita planet yang besar...???


Bumi (Earth), adalah planet "TERBESAR" jika di bandingkan dengan Merkurius, Venus, Mars dan Pluto yang saat ini sudah tidak di kategorikan sebagai planet lagi.


Tapi lihat, ternyata planet kita kalah besar dengan planet-planet lain di dalam tatasurya (solar system) kita. Bumi seakan tidak berarti apa-apa di banding kebesaran Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita.


Lalu bagaimana bila Bumi kita bandingkan dengan Matahari, bintang terdekat dengan planet kita? Ah, betapa kecilnya Bumi dan betapa besarnya Matahari. Tapi..., lagi-lagi..., apa iya matahari kita memang besar sekali?


Ternyata tidak. Masih ada bintang lainnya yang lebih besar. Sirius, Pollux bahkan Arcturus. Dalam gambar diatas, Planet terbesar didalam tatasurya kita, Jupiter hanya berukuran satu pixel saja, sedangkan Bumi, planet kita sudah tidak bisa kita lihat dalam perbandingan ini. Arcturus memang besar..., besar sekali.


Tidak..., tidak...!!! Acturus masih termasuk bintang yang kecil. Bandingkan dengan Rigel dan bintang-bintang lainnya terutama Antares. Bila antares sebesar gambar di atas, maka Matahari hanya berukuran satu pixel, dan Jupiter sang planet terbesar di dalan tatasurya kita sudah tidak bisa kita lihat lagi. Antares memang besaaaaaaaaaarrrrrrrrr.....!!!


Antares tetap bukan yang terbesar. VY Canis Majoris adalah bintang terbesar yang pernah ditemukan manusia sampai saat ini. Lalu bagaimana bila Matahari kita di bandingkan dengan VY Canis Majoris di atas?


Gambar diatas membuktikan matahari kita hanya sebutir pasir tak berarti di bandingkan dengan VY Canis Majoris. Dan....


....Dan semua benda-benda langit diatas, termasuk bumi, Matahari dan VY Canis Mayoris tinggal didalam satu rumah yang disebut dengan Galaksi Bima Sakti (Milky Way). Matahari (Sun) dan VY Canis Majoris adalah dua dari bermiliar-miliar bintang lainnya yang juga tinggal didalam Galaksi kita. Bagaimana? Bukankah Galaksi kita memang benar-benar sebuah rumah yang amat sangat besar?


Galaksi Bima Sakti yang menampung bermiliar-miliar bintang (termasuk Matahari dan VY Cani Majoris) ternyata masih merupakan kumpulan benda-benda langit yang kecil jika di bandingkan dengan Galaksi Abell 2029 yang merupakan Galaksi Terbesar yang ditemukan manusia sampai saat ini. Besarnya 80 kali galaksi kita, Bima Sakti. Dan ternyata....


...Ternyata, Abell 2029 dan galaksi kita sendiri hanyalah dua dari triliunan galaksi yang menempati alam semesta (The Universe) kita. Lingkaran kuning adalah tempat dimana Abell 2029 berada.

Lalu....,

Masihkah kita merasa memiliki hak untuk menjadi sombong dengan segala kebesaran yang kita miliki? Tak terbayangkan betapa kecilnya kita jika di bandingkan kebesaran dan kemegahan alam semesta tempat triliunan galaksi yang berada didalamnya.

Akhir kata....,

Sanggupkah kita membandingkan kebesaran yang kita rasa kita miliki dengan dengan kebesaran YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA ini?
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.
(Al Baqarah [2:117])

Baca lebih lanjut...

Friday, December 11, 2009

Planet Yang Mengambang Diatas Air

Yup..., Kalo kita punya baskom yang bisa menampung 764 buah Planet Bumi dan kemudian kita mengisinya dengan air maka Planet Saturnus akan mengambang di atas air tersebut bagaikan balon plastik yang kita tiup untuk mainan anak kecil dikolam renang.

Mengapa begitu....???

Perbandingan Saturnes dengan Bumi.

Saturnus yang merupakan planet terbesar kedua dalam tata surya kita setelah Jupiter (1322 kali planet bumi), memiliki kepadatan rata-rata kurang dari air yaitu 0,687 g/cm3. Walaupun inti planet ini memiliki kepadatan rata-rata lebih besar dari air (1g/cm3) karena teridiri dari zat padat yang sebagian besar adalah batuan padat dan berbagai macam zat lainnya. Berat kepadatan rata-rata planet ini adalah 0,687 g/cm3 dan hal ini membuat planet ini mengambang diatas air. Bayangkan ketika anda memasukan sebuah besi kedalam balon plastik dan meniup balon tersebut. Besi itu tidak akan tenggelam kedalam air.

Ahh..., ALLAH swt memang Maha Besar.


Data singkat Saturnus
(Sumber: Wikipedia Indonesia)Balon Saturnus bukan Planet Saturnus.
Bermain sambil belajar ya yang kayak gini.

Baca lebih lanjut...

Thursday, April 23, 2009

Ledakan Terhebat Setelah Big Bang

Ledakan terhebat setelah Big Bang yang diketahui manusia sampai saat ini telah ditemukan. Berdasarkan data dari Chandra Space Telescope, ilmuan mengatakan bahwa ledakan tersebut bahkan masih berlangsung sampai saat itu sejak 100 juta tahun yang lalu. Ledakan tersebut terjadi pada pusat perputaran beberapa buah galaksi (gugus galaksi) dan menyebabkan radiasi sinar Gamma yang juga telah terpancar selama ratusan juta tahun.

Para Astronom tidak begitu yakin akan sumber tenaga yang dapat mengakibatkan ledalak begitu dahsyat. Salah satu teori mengatakan bahwa miliaran tahun yang lalu sebuah galaksi kecil (sekecil-kecilnya galaksai dapat menampung miliaran bintang) yang terdapat dalam kelompok galaksi tersebut secara luarbiasa mendingin dan menyusut tertelan Black Hole. Terbukti dari energi yang masih dipancarkan sampai saat ini menampakkan bahwa Black Hole MS 0735 terus membesar selama ledakan itu berlangsung. Gugus galaksi yang dimaksud adalah gugus galaksi yang termasuk ke dalam gugus galaksi MS 0735 + 7421, dimana black hole yang menyebabkan ledakan tersebut merupakan Black Hole terbesar yang ditemukan manusia sampai saat ini.

Alam semesta ini begitu luas tak terbayangkan. Objek terjauh yang bisa dilihat manusia dengan bantuan telescope termodern saat ini adalah berupa sebuah galaksi yang bernama A1689-zD1 yang berjarak 13.600.000.000 tahun cahaya. Alam semesta ini jauh lebih luas dari hayalan terliar manusia. Masih perlu waktu untuk menemukan ledakan lain yang bahkan jauh lebih besar dari ledakan yang kita bahas diatas. Semoga Tuhan memberikan kita waktu dan kemampuan untuk lebih mendalami Kebesaran-NYA.


Baca lebih lanjut...

Saturday, November 22, 2008

Bulan dan Matahari Dalam Satu Waktu

Benarkah bulan dan Matahari tidakpernah dan tidak akan pernah bertemu? Sebagaian besar, bahkan mungkin 99% akan menjawab bahwa hal tersebut tidak mungkin pernah bertemu. Saya sendiri pun tidak pernah menyaksikannya dan mungkin anda pun tidak pernah menyaksikannya.

Dalam foto panorama langit bumi diatas yang diambil pada hari Kamis tanggal 13 November 2008, bulan penuh menampakkan dirinya diatas garis cakrawala sebelah kiri. Tentu saja, Bulan penuh itu terbit tepat ketika Matahari terbenam. Matahari Kamis yang terbenam dan memeasuki garis cakrawala sebelah kanan. Diantara kedua penghias utama langit tersebut, 17 foto digital diambil dengan ketepatan yang luar biasa dan dipadukan satu dengan lainnya, menghasilkan pemandangan indah dari langit selatan kota Lisbon, Portugal. Dapat dilihat pada gambar tersebut adalah jembatan terpanjang di Eropa, jembatan Vasco da Gama. Titik pengambilan foto yang kuar biasa tersebut terletak pada ketinggian 31 meter, di Monumen Cristo Rei.

Baca lebih lanjut...

Saturday, November 8, 2008

Planet Mirip Bumi Dalam Orbit Gliese 581

Mungkinkah planet disamping (gambar rekaan artis) akan menjadi rumah kita di masa depan nanti?

Sebuah planet yang sepertinya layak huni ditemukan mengorbit pada bintang Gliese 581. Bintang ini termasuk dalam kategori bintang cebol merah (red dwarf star). Telah ditemukan setidaknya tiga buah planet yang beredar mengelilinginya, Gliese 581 b, Gliese 581 c dan Gliese 581 d dimana Gliese 581 a adalah Gliese 581 itu sendiri. Kita tidak akan membicarakan planet-planet Gliese ini kecuali satu planet saja yaitu Gliese 581 c yang disinyalir merupakan planet layak huni seperti Bumi.

Gliese 581 c, merupakan sebuah planet yang terletak pada zona habitat dimana planet-planet pada zona ini kemungkinan memiliki kemampuan untuk menopang kehidupan, dalam bahasa kasarnya planet-planet dalam zona ini kemungkinan memiliki air dalam bentuk cair. Para Astronomer handal dengan teleskop yang super handal pula memperkirakan planet ini memiliki suhu yang berkisar antara -30 Celcius sampai dengan 400 Celcius, suhu yang cukup hangat bahkan disinyalir lebih nyaman dari bumi. Dengan suhu yang hanya 3 derajat dibawah titik beku dan jauh dibawah titik didih membuat planet ini layak untuk dapat menghasilkan air dalam bentuk cair.

Data lain mengenai Gliese 581 c ini adalah letak planet ini yang berjarak 20,5 tahun cahaya dari bumi atau sekitar (193 trilliun kilometer). Planet ini pun akan menguntungkan bagi para penjual cinmderamata bila nanti planet ini dapat kita diami karena ulang tahuan akan berlangsung setiap 13 hari sekali. Planet ini memiliki ukuran 5 kali planet Bumi atau satu pertiga kali planet Neptunus.

Penelitian secara seksama pada planet ini memang belum pernah dilakukan secara serius. Tapi setidaknya Xavier Delvosse (Astronom yang begitu antusias terhadap planet ini) mengatakan bahwa Gliese 581 c merupakan target utama dalam misi luar angkasa di masa depan untuk mencari kehidupan luar angkasa. Dalam peta harta karun angkasa luar, kita akan tergiur untuk menandai planet ini dengan tanda X.



Source: Wikipedia

Baca lebih lanjut...

Monday, November 3, 2008

Pipa Magnetik Matahari

Bayangkan sebuah pipa selebar pulau jawa dengan panjang setengah kali keliling planet bumi. Sukarang bayangkan lagi bahwa pipa ini dipenuhi oleh gas panas yang bergerak dengan kecepatan 50.000 kilometer per jam. Gambar disamping benar-benar mewakili hal tersebut diatas, hanya saja pipa disini tidak terbuat dari besi atau benda padat dan keras apapun juga, pipa tersebut terbuat dari medan magnet transparant sehingga anda dapat melihat situasi yang terjadi didalamnya. Pipa yang tergambar disamping hanyalah satu dari beribu-ribu pipa pada matahari kita, sebuah bintang yang sedang dalam puncak keaktifannya. Gambar disamping merupakan gambar dengan resolusi tertingg yang pernah diambil dari berbagai kegiatan yang terjadi dipermukaan matahari. Alur-alur api yang nampak pada bagian teraktif matahari pada regional 10380 menampakkan jilatan api nuklir yang bergerak mencuat keatas menuju angkasa matahari dan kemudian sebelum memudar api-api tersebut jatuh kembali menuju permukaan matahari.


Baca lebih lanjut...

Monday, October 27, 2008

Alam Semesta dibelakang NGC 602

Terletak didekat kulit terluar dari Awan Magelanik Kecil, sebuah galaksi satelit berjarak sekitar 200 ribu tahun cahaya, terdapat bintang muda berusia 5 juta tahun bernama NGC 602 di kawasan yang juga dinamai sama dengan bintang muda tersebut, kawasan NGC 602. Dikelilingi oleh debu dan gas kosmik, NGC 602 terlukis dengan begitu indah oleh teknologi Hubble. Radiasi energi dan gelombang kejut dari bintang muda NGC 602 telah menhgikis materi-materi debu kosmik yang merupakan penyebab awal perkembangan sebuah bintang yang bergerak menjauhi pusat kluster. Nampak dilatar belakang dari NGC 602 ini, sebuah pemandangan mahadahsyat dari sebagain kecil alam semesta kita. Penampakan galaksi-galaksi nun jauh yang tak terhingga benar-benar membuktikan betapa kecil dan tidak berartinya kita dihadapan Sang Pencipta alam semesta.
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya."
(Al Qur'an, 51:47)



Sumber: Astronomy Picture of the Day
Credit: NASA, ESA, and the Hubble Heritage Team (STScI / AURA) - ESA/Hubble Collaboration

Baca lebih lanjut...

Thursday, October 23, 2008

The Great Orion Nebula

The Great Nebula Orion yang juga dikenal sebagai M24 adalah salah satu nebula yang paling terkenal. Bintang-bintang yang mulai terbentuk diantara gas-gas antariksa yang berpendar menambah jumlah warna yang menghiasai regional ini. Bintang muda yang begitu merah dan panas berevolusi disekitar nebula M43, nebula yang lebih kecil dari pada nebula Orion. Warna biru disebelah kiri adalah refleksi dari cahaya nebula NGC 1977. Para ilmuan juga melihat bahwa nebula Orion merupakan sebuah daerah yang memiliki banyak sekali calon-calon system tatasurya. Pemandangan indah ini memiliki garis tengah sepanjang 45 tahun cahaya dan terletak pada 1.500 tahun cahaya dari bumi.



Source: Astronomy Picture of the Day
Credit & Copyright: Tony Hallas

Baca lebih lanjut...

Thursday, October 16, 2008

Horsehead Nebula

The Horsehead Nebula (Nebula Kepala Kuda) yang juga dikenal dengan sebutan Barnard 33 yang terletak pada kelompok nebula 434 adalah sebuah nebula gelap di konstalasi Orion. Nebuba tersebut terletak tepat dibawah Alnitak, bintang yang terletak dibagian paling kiri dari Sabuk Orion, dan juga merupakan bagian terbesar dari komplek awan molekular Orion. Jarak dari Bumi diperkiraan sejauh 1.500 tahun cahaya. Selain dari bentuknya yang menyerupai kepala kuda, nebula ini juga memilii keunikan pada bentuknya yang merupakan awan gas debu gelap yang memilin. Sang kepala kuda ini pertama kali diketemukan oleh Williamina Fleming pada tahun 1888 dalam sebuah pringan fotografik di Harvard College Observatory.

Cahaya merah disekitarnya terutama terbentuk dari gas Hidrogen disekitar nebula tersebut yang kemudian terionisasi oleh sinar terang dari bintang Sigma Orionis. Bagian gelap dari sang kepala kuda disebabkan sebagian besar oleh debu tebal yang tertangkap oleh terowongan medan magnetik pada bagian bawahnya. Titik terang pada Sang Kepala Kuda berasal dari bintang muda yang sedang berevolusi. Gambar disamping kanan memiliki resolusi yang besar. Silahkan download dan saksikan keindahan Sang Kepala Kuda dan segala sesuatu yang ada disekitarnya.



Source: Wikipedia
Translated by: Jedig

Baca lebih lanjut...

Saturday, October 11, 2008

Bright Bolide Meteor

30 September 2008, penampakan spektakuler dari bolide atau fireball meteor begitu mengejutkan para astronomi amatir yang sedang menikmati langit malam nan indah diatas Oklahoma panhandle's Black Mesa State Park di Midwestern AS. Kilatan cahaya yang bersinar melalui konstalasi Taurus (atas) dan Orion adalah sebuah meteor dengan cahaya yang sangat terang benderang yang berhasil diabadikan oleh sebuah kamera 2008 Okie-Tex Star Party yang diletakkan di pinggir bukit. Howar Hodin, seorang penggemar astronomi sedang memandang dari arah berlawanan dengan arah jatuh meteor tersebut. Saking terangnya beberapa orang menyangka bahwa cahaya yang menerangi langit malam saat itu berasal dari seseorang yang menyalakan lampu depan mobilnya. Ternyata cahaya tersebut berasal dari sebuah batu ruang angkasa yang bergesekan hebat dengan atmosfir bumi. Selama ini untuk menyaksikan sebuah meteor yang jatuh hanyalah sebuah keberuntungan. Tapi awal minggu ini penemuan alat pelacak asteroid kecil 2008 TC3 membuat para astronomer dapat memprediksikan waktu dan lokasi batu tersebut masuk dan bergesekan dengan atmosfir bumi. Dan pada kenyataannya meteor yang sati ini merupakan hasil prediksi yang dilakukan oleh para astronomer tersebut sehingga gambar yang luar biasa ini bisa diabadikan.



Source: Astronomy Picture of the Day
Credit & Copyright: Howard Edin (Oklahoma City Astronomy Club)
Translated by: Jedig

Baca lebih lanjut...

Thursday, October 9, 2008

Bintang Terbesar Yang Diketahui Manusia

Bintang terbesar yang diketahui manusia sampai saat ini adalah...., tapi ada baiknya kita untuk terlebih dahulu sedikit lebih mengenal Matahari.

Untuk membandingkan besar suatu bintang, para astronomer menggunakan satuan yang disebut dengan "Solar Mass" atau masa Matahari. Dimana masa Matahari adalah 2 x 1030 kg atau setara dengan 2.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kg. Untuk lebih mudahnya adalah Matahari kita sanggup menampung 1 juta planet bumi didalamnya. Terbayang besarnya masa Matahari?

Lalu bagaimana dengan VY Canis Majoris yang disebut dengan hypergiant star atau bintang hiper raksasa tersebut? VY Canis Majoris (VY CMa) adalah bintang hiper raksasa merah yang terletak pada konstalasi Canis Major. Ia adalah bintang terbesar yang pernah diketahui manusia sampai saat ini dengan jarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari bumi. Profesor Roberta M. Humphreys dari universitas Minnesota mengatkan bahwa bila VY CMa diletakkan pada tempat dimana sekarang Matahari kita berada, maka permukaannya akan menyentuh orbit planet Saturnus. bahkan untuk mengelilingi permukannya cahaya akan memerlukan waktu delapan jam untuk satu kali keliling. Singkatnya, Bintang Hiper Raksasa yang bernama CY Canis Majoris ini memiliki besar 2.100 kali Matahari. Klik gambar disamping dan perbesar, begitulah perbandingan Matahari dan bintang hiper raksasa ini.

Untuk Animasinya silahkan download disini.



Source: Universe Today and Wikipedia

Baca lebih lanjut...

Bintang Raksasa NGC 6357

Sebuah bintang raksasa berdiri dengan kokoh didalam NGC 6357, sebuah emisi nebula yang terus berkembang yang berjarak 8.000 tahun cahaya dari bumi, tepatnya pada konstalasi Scorpius. Pada posisi dibawah bagian tengah penampakan Close-up dari NGC 6357, nampak Kluster bintang Pismin 24 termasuk didalamnya beberapa bintang raksasa yang dikenal dalam galaksi kita BimaSakti, bintang-bintang raksasa berukuran lebih dari 100 kali bintang terdekat dengan kita, matahari. Nebula terang tepat pada bagian tengah regional tersebut juga terdiri dari pilar-pilar yang terbentuk dari debu-debu gas molekular yang seakan menyembunyikan calon-calon bintang raksasa dari pengamatan teleskop bumi. Bentuk yang ruwet dan berbelit-belit didalam nebula tersebut dibentuk oleh angin antar bintang dan radiasi energi dari bintang-bintang muda dan baru yang akan menjadi bintang raksasa.



Source: Astronomy Picture of the Day
Credit & Copyright: Johannes Schedler (Panther Observatory)
Translated by: Jedig

Baca lebih lanjut...

Tuesday, October 7, 2008

Penampakan Mercury dari Messenger

Planet Merkurius (Mercury) telah dikenal sejak sejarah pertamakali dicatat, tetapi beberapa bagian dari planet terdalam pada sistem Tatasurya kita tidak pernah nampak seperti ini. Dua hari yang lalu Messenger, Satelit dengan teknologi robotik, terbang melintasi Merkurius untuk yang kedua kalinya. Ia berhasil membuat peta fotografis dari beberapa area yang sebelumnya hanya merupakan perbandingan dari gambar-gambar kasar dari radar di Bumi. Gambar disamping direkam pada saat Messenger menengok kebelakang dalam gerakannya menjauhi planet tersebut pada ketinggian 27.000 kilometer.



Source: Astronomy Picture of the Day
Credit: MESSENGER, NASA, JHU APL, CIW
Translated by: Jedig

Baca lebih lanjut...

Monday, October 6, 2008

Gunung Termegah di Tatasurya kita

Olympus Mons
of Mars

Termegah disini berarti juga terbesar, tertinggi, dan terluas, itulah dia, The Olympus Mons.

Olympus Mons (Latin) bila diterjemahkan akan menjadi Gunung Olympus, sebuah Volcano atau sebuah gunung api yang merupakan gunung termegah di Tatasurya kita. Gunung tersebut terletak di Planet Mars (8°N 133°W / 18, -133). Jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki Planet Bumi, maka Olympus Mons memiliki tinggi tiga kali Mount Everest. Gunung ini telah menjadi bahan pembicaraan sejak akhir abad 19, dimana teleskop ruang angkasa atau pun satelit belum tercipta. Tak seorang pun pada zaman tersebut mengetahui bahwa apa yang mereka ligat diplanet merah dengan telekop darat meraka adalah sebuah gunung. Mereka menyebut penampakan albedo ini dengan Nix Olympica (Salju Olympus), walaupun kecurigaan bahwa albedo tersebut adalah sebuah gunung sudah tercetus.


Tinggi The Olympus Mons adalah 27 km, tiga kali tinggi Mount Everest jika diukur dari atas permukaan laut, dan 2.6 kali tinggi gunung Mauna Kea jika diukur dari dasar gunung yang terletak di dasar lautan. Selain tinggi yang luar biasa tadi, gunung tersebut memiliki lebar 550 km pad dasar gunung, dan sebuah kaldera yang juga luar biasa pada puncaknya. Kaldera atau kawah pada ouncak gunung tersebut memiliki panjang 85 km, lebar 60 km, beserta tebing-tebing terjal setinggi lebih dari 3 km. Gambar disamping kanan adalah gambar Olympus Mons dari arah atas. Nampak pada sekelilingnya (berwarna putih) adalah tebing-tebing super terjal yang mengelilinginya. Ketinggian tebing-tebing tersebut rata-rata adalah 7 km.



Source: Wikipedia, Arcadia Street
Translator: Jedig

Baca lebih lanjut...

Daerah Terdingin Sejagat raya

The Boomerang Nebula
(PGC 3074547)

The Boomerang Nebula adalah sebuah protoplanetary nebula yang terletak 5.000 tahun cahaya dari bumi tepatnya pada Centaurus Constellation. Nebula ini memiliki suhu pada 1 K (−272.15 °C/−457.87 °F) yang membuatnya menjadi daerah terdingin dialam semesta. Boomerang Nebula terbentuk dari pancaran gas dari sebuah bintang pada intinya. Gas tersebut bergerak keluar dari inti dengan kecepatan sekitar 164 km/detik dan terus menerus bergerak dan mengembang keruang angkasa. Hal inilah yang menyebabkan Nebula ini memiliki temperatur yang serendah itu.

Foto Boomenarang Nebula diatas diambil secara detail oleh Hubble Space Telescope ditahun 1998. Nebula ini dipercaya merupakan sebuah bintang atau system bintang yang sedang berevolusi untuk menjadi sebuah planetary nebula yang kemudian nanti berubah menjadi sebuah solar system seperti tatasurya kita.


Keith taylor dan Mike Scarrott menamai nebula tersebut dengan The Boomerang Nebula pada tahun 1980 setelah melakukan sederetan observasi dengan menggunakan teleskop Anglo-Australian di Siding Spring Observatory. Tapi mereka tidak dapat meneliti lebih jauh karena foto yang mereka miliki tidak bisa sedetail teleskop Hubble.

The Boomerang Nebula adalah salah satu dari daerah-daerah terganjil dialam semesta. Pada tahun 1995, di Chile, dengan menggunakan 15-metre Swedish ESO Submillimeter Telescope, para astronomer dunia menentukan bahwa The Boomerang Nebula adalah daerah terdingin sejagat raya. Dengan temperatur -272.15 °C tersebut, Boomerang Nebula memiliki temperatur yang hanya 1 Kelvin lebih hangat dari batas terbawah (terdingin) dari seluruh temperatur, atau yang dikenal dengan sebutan The Absolute Zero.



Source: Wikipedia
Credit: NASA/ESA
Translator: Jedig

Baca lebih lanjut...

Sunday, October 5, 2008

Objek Terjauh yang Dapat Dilihat Manusia

A1689-zD1
(Abell 1689)
(13.600.000.000 tahun cahaya)

Yup...!!!

Objek terjauh yang bisa dilihat adalah sebuah galaksi yang masih belum memiliki nama, pengenalnya hanyalah sebuah kode, A1689-zD1. Galaksi ini hanya bisa dilihat dengan menggunakan teleskop terkuat dengan teknologi terbaru yang pernah dibuat manusia sampai saat ini, Telekop ruang angkasa Hubble yang di gabung dengan Teleskop ruang angkasa Spitzer.

Tidak hanya itu, untuk dapat melihat galaksi ini merukapan hal yang tidak mudah. Selain menggunakan NICMOS-nya Hubble yang di gabung dengan Spitzer, para ilmuan yang ngurus hal-hal ginian harus juga melakukan beberapa trik yang disebut dengan Gravitational Lensing atau lensa gravitasi.


Wow...!!! Bayangkan betapa luasnya alam semesta ini. Bintang terdekat dengan kita, Matahari, hanyalah sebutir pasir diantara seluruh pasir yang ada di dunia ini. Bingung? Masak sih? Ok... gini ya.

Bumi, planet tempat kita berpijak adalah satu dari 8 planet yang mengitari matahari. Matahari adalah satu dari ratusan miliar bintang di galaksi kita, Bimasakti. Bimasakti adalah satu dari ribuan miliar galaksi di alam semesta kita. Jadi perbandinmgan diatas sangat masuk akal, walaupun -- menurut saya -- masih kurang.

Berhitung yuk....!!!

1 detik cahaya = 300.000 km
1 tahun cahaya = 9.500.000.000.000 km

13.600.000.000 tahun cahaya adalah sama dengan 129.200.000.000.000.000.000.000 km.

Bila anda memiliki pesawat yang bisa membawa anda bulak-balik dari Jakarta ke ujung timur pulau Bali sebanyak 300 kali dalam satu detik, maka anda akan tiba di sana setelah melakukan perjalanan selama 13.600.000.000 tahun. Keburu tua ya...!!!



Source: Wikipedia, Space Images
Credit: NASA, N. Benitez (JHU), T. Broadhurst (Racah Institute of Physics/The Hebrew University), H.Ford (JHU), M. Clampin (STScI), G. Hartig (STScI), G. Illingworth (UCO/Lick Observatory), the ACS Science Team and ESA.

Baca lebih lanjut...

Bumi dimalam Hari

Inilah wajah bumi dimalam hari. Dapatkah anda menemukan negara favorit atau bahkan kota tercinta? Mengejutkan memang bahwa cahaya-cahaya kota membuat hal terebut menjadi sangat memungkinkan. Manusia membuat begitu banyak cahaya yang menerangi beberapa daerah yang berkembang dengan cepat juga daeraqh dengan jumlah penduduk yang padat seperti misalnya pesisir pantai Eropa, Amerika bagian timur, dan juga Jepang. Sebagian besar kota-kota besar terletak disekitar sungai atau didekat lautan sehingga mereka dapat menukarkan produk negara mereka dengan cukup murah dengan menggunakan kapal-kapal laut yang pada masa lalu menggunakan perahu-perahu kecil. Sinar dan cahaya lampu yang padat melambangkan tingkat kesibukan suatu daerah. Bandingkan dengan daerah-daerah yang sedikit lebih gelap, seperti: Beberapa bagian benua Amerika sebelah selatan, Africa, Asia dan juga Australia. Gambar disamping sebenarnya adalah komposisi dari ratusan gambar yang dibuat oleh Satelit DMSP yang masih tetap mengorbit sampai saat ini.



Source: Astronomy Picture of The Day
Credit: C. Mayhew & R. Simmon (NASA/GSFC), NOAA/NGDC, DMSP Digital Archive
Translator: Jedig

Baca lebih lanjut...

Thursday, October 2, 2008

Galaksi NGC 253 Close-Up

Bagaikan sebuah pulau dilautan alam semesta tanpa batas, NGS 253 adalah salah satu galaksi paling terang dilangit. NGC 253 terletak 13 juta tahun cahaya dari bumi dan juga merupakan salah satu galaksi tetangga kita, Bima Sakti atau Milky Way. Gambar di samping merupakan gambar close-up dan tajam dari teleskop Hubble yang memfoto dan mengirimkan gambar serta data ke bumi menggunakan teknologi Advanced Camera for Surveys (ACS). Pada ujung paling kiri, dekat inti galaksi, terdapat debu kosmik yang berpijar, sejumlah gas yang mengisi ruang antara bintang, dan bintang-bintang lainnya. Gambar tersebut merupakan bagian dari data-data yang dikumpulkan oleh ANGST, the ACS Nearby Galaxy Survey Treasury, sebuah program untuk menjelajahi dan mempelajari latarbelakang kosmik kita.



Source: Astronomy Picture of The Day
Credit: NASA, ESA, J. Dalcanton, B. Williams (Univ. Washington)
Ground-based data: T. Rector (Univ. Alaska, Anchorage), T. Abbott, NOAO/AURA/NSF
Translator: Jedig

Baca lebih lanjut...

Wednesday, October 1, 2008

Bumi Memudar Menuju Kegelapan

Pernahkah anda memandang kearah langit luas dimalam hari? Pernahkah anda membayangkan bahwa anda lahir ketika planet bumi lahir dan anda akan terus hidup sampai di penghujung waktu? Apa kira-kira perubahan yang akan terjadi pada langit malam yang kita lihat?

Manusia telah begitu lama bergulat dengan berbagai misteri yang mereka temukan. Salah satu misteri yang paling sering menjadi pertanyaan adalah: Bagaimanakah bumi ini dahulu dan akan seperti apakah bumi ini nanti?

Sampai saat ini ilmuan telah mengumpulkan -- dan masih mengumpulkan -- berbagai data yang akan membawa mereka menuju petunjuk akan masa lalu dan masa depan planet bumi. Teori yang didapatkan pun begitu banyak dan beragam. Tetapi dari semua teori tersebut ada beberapa kesamaan yang dapat diambil sebagai kesimpulan yang paling mendekati kebenaran sampai saat ini. Kesimpulan itu seperti ini:

Embrio Bumi
4,5 Miliar Tahun Yang Lalu

Langit diatas embrio Bumi masih merupakan kumpulan debu kosmik, bebatuan dan berbagai jenis gas yang juga membentuk tatasurya kita. Matahari yang saat itu juga masih berupa embrio mendorong debu dan bebatuan kesegaka arah, termasuk ke bumi kita. Komet-komet pertama, menyebar dan mulai bergerak menjelajahi tatasurya.

Masa Awal Bumi
4,5 - 4 Miliar Tahun Yang Lalu

Bulan baru terbentuk dan nampak begitu besar di langit malam. Tidak pada orbit yang sekarang, bulan beredar begitu dekat dengn bumi sehingga bulan saat itu nampak jauh lebih besar dari pada bulan yang kita lihat hari ini. Letusan gunung dan aktivitas magma nampak di berbagai penjuru planet bumi. Komet-komet, meteor-meteor, dan asteroid-asteroid yang kaya akan zat utama pembentuk air, menubruk bumi menghantarkan palent ini sejumlah besar air yang membeku.

Bumi dan Lautannya
3,5 - 4 Miliar Tahun Yang Lalu

Comet dan benda-benda langit yang membawa persediaan air beku dalam jumlah banyak terus menerus menghantam bumi dan membentuk lautan pertama. Orbit bulan semakin menjauh dari Bumi. Sebagian besar debu kosmik dari pembentukan tatasurya menghilang secara bertahap.

Bumi
Tahun 2008

Di garis pantai, ketika sinar bulan tidak begitu terang dan langit pun cerah dengan sedikit awan, kita bisa menyaksikan piringan galaksi Bima Sakti yang menyebar terentang disepanjang langit malam. Beberapa galaksai terdekat seperti Andromeda beserta awan Magelan-nya bahkan dapat kita lihat dengan mata telanjang.

Bumi Yang Mendidih
600 Juta tahun Yang Akan Datang

Matahari menjadi begitu panas dan sanggup membuat laut mendidih. Mendidih dan kemudian menguap sampai habis. Saat itu, bumi dipenuhi oleh kepulan asap yang merupakan kumpulan uap pekat dari air laut yang mendidih dan bergolak. Dan ketika semua air di dunia ini mendidih dan menguap, Bumi saat itu adalah Venus saat ini. Awan tebal luar biasa dan efek rumah kaca yang tak terbayangkan memenuhi langit bumi.

Bumi Yang Kosong
4,5 Miliar Tahun Yang Akan Datang

Lautan menghilang dari muka bumi. Matahari merah raksasa menciptakan malam hari yang terang benderang. Manusia telah hilang dari planet ini. Tapi jika masih ada seseorang yang bertahan disini, ia akan melihat matahari merah berkilau memenuhi angkasa bersamaan dengan peningkatan panas yang diakibatkan oleh atmosfer yang begitu tipis.

Penampakan Andromeda
5 Miliar Tahun Yang Akan Datang

Galaksi tetangga yang terdekat dengan galaksi kita, Andromeda bergerak mendekati kita dan memenuhi langit malam. Bersatunya galaksi Andromeda dan Galaksi kita (Bima Sakti) merupakan penyebab utama matinya planet bumi. Hal ini dengan asumsi bahwa planet bumi tidak hancur berkeping-keping ketika penggabungan dua galaksi ini membuat planet Bumi terlempar jauh menyeberangi pusat galaksi. Menyeramkan memang. Tapi seandainya masih ada seorang manusia yang menyaksikan semua ini. Pemandangan yang dilihatnya akan sangat spektakuler.

Super Galaksi
100 miliar Tahun Yang akan Datang

Penerus galaksi Bima Sakti adalah sebuah galaksi super besar yang disebut dengan Super Galaksi dengan bentuk seperti sebuah bola besar bercahaya. Bumi (jika masih ada) melayang dengan begitu rapuh dengan pegunungan dan lembah yang terkikis bagaikan debu tertiup angin. Galaksi-galaksi lainnya bergerak menjauh dari galaksi kita dengan kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Galaksi-galaksi menjauh dan menghilang dari pandangan mata.

Menghilangnya Cahaya
100 Triliun (100.000.000.000.000) Tahun Yang Akan Datang

Bintang terakhir terbakar habis. Sumber cahaya telah padam. Sinar yang terpancar, baik yang mengembara di alam semesta maupun yang terperangkap di Black Hole pun turut padam. Galaksi meluluh kedalam Black Hole. Keadaan bumi (jika masih ada) menjadi hitam, meluluh dan membentuk dtaran yang halus bagaikan bola kaca. Cahaya yang semula menjadi titik awal peradaban alam semesta telah padam seiring dengan memadamnya kehidupan alam semesta.



Sumber: Scientific America
Penerjemah: Jedig

Baca lebih lanjut...

Tuesday, September 30, 2008

Peluncuran Roket Pertama

Sebuah babak baru dalam penerbangan luar angkasa dimulai pada 1950 dengan peluncuran roket perdana dari Cape Canaveral, Florida yang bernama "The Bumper 2". Pada foto disamping dapat dilihat bahwa The Bumper 2 adalah program ambisius dari roket dua tingkat yang mengungguli rudal kehebatan rudal V-2 dengan sebuah roket WAC Corporal. Tingkat paling atas dari roket tersebut sanggup mencapai -- kemudian menjadi record -- ketinggian hampir 400 kilometer. Bahkan lebih tinggi dari pesawat ulang-alik modern saat ini. Diluncurkan dibawah pengarahan dari General Electric Company, The Bumper 2 digunakan terutama untuk percobaan rocket system dan untuk penelitian diluar atmosfer. Roket The Bumper 2 membawa peralatan yang dapat mengukur suhu udara dan tingkat radiasi cahaya kosmik. Tujuh tahun kemudian, Uni Soviet meluncurkan Sputnik I dan Sputnik II, satelit pertama yang mengorbit bumi.



Sumber: Astronomy Picture of the Day
Kredit: GRIN, NASA
Penerjemah: Jedig

Baca lebih lanjut...

  © Blogger templates Redesign by Yans Jedig 2010

Back to TOP