Saturday, January 30, 2010

Mendengar Bisikan Dari Jarak 80 meter

Bila mencari tempat sunyi menjadi tujuan utama wisata anda, mungkin anda patut memperhitungkan desa-desa suku Mabaan di Sudan sebagai tujuan wisata. Kepercayaan penduduk desa-desa suku Mabaan melarang hampir segala macam bunyi. Sedapat mungkin
mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

Di desa-desa suku Mabaan, suara yang biasa terdengar cuma lenguhan sapi atau rintik hujan. Berkat kebiasaan yang telah dipelihara berabad-abad ini, pendengaran para anggota suku Mabaan terkenal sangat baik. Para anggota suku yang telah berusia sangat lanjut jarang menderita kurang pendengaran. Terkadang pendengaran mereka masih sama baiknya dengan pemuda normal di usia dua puluhan karna selalu terlatih untuk mendengar suara kecil.

Bila dibandingkan dengan suku-suku lain di daerah Sudan, pendengaran para anggota suku Mabaan terkenal sangat tajam. Terkadang mereka dapat mendengar bisikan pembicaraan manusia dari jarak 80 hingga 100 meter.

Baca lebih lanjut...

Prajurit Berjalan Di Atas Perutnya

Di usia 25 tahun, ia dipecat dari ketentaraan, selain itu ia telah dipermalukan, patah semangat, tanpa harapan, tanpa uang. Di ujung semua itu, berniat bunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan.

Namun sebelum niat tersebut terjadi, seorang teman datang dan membujuknya untuk membatalkan niat tersebut. Sang pemuda pun membatalkan bunuh diri, dan memulai hidup baru.

Hanya dalam waktu setahun setelah rencana bunuh diri itu, ia berhasil meniti kembali karir militernya yang telah hancur, dan berhasil menjadi jenderal termuda dalam Dinas Ketentaraan
Perancis. Kemenangan besar dapat dicapainya justru saat ia memimpin prajurit-prajurit lelah yang kelaparan (dimasa inilah ia berkata "prajurit berjalan di atas perutnya"). Di kemudian hari ia menaklukkan seluruh Eropa daratan.

Ia adalah Napoleon Bonaparte.

Baca lebih lanjut...

Sisir Dari Emas

Sebelum kedatangan dan penaklukan bangsa Spanyol di Amerika Selatan, orang Indian Inca tidak mengenal besi, perunggu atau logam lain. Itu sebabnya mereka memiliki emas dalam jumlah yang sangat besar.

Mereka tidak hanya menggunakannya sebagai perhiasan, tetapi juga untuk benda keperluan sehari-hari seperti paku, peralatan makan dan memasak, sisir, dan pencabut alis. Jadi dapat dibayangkan bagaimana 'gila'nya orang Spanyol ketika melihat orang Indian setiap hari bersisir menggunakan sisir emas.

Baca lebih lanjut...

Thursday, January 28, 2010

Telephone, Television and Cellphone

Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga Forrester, di Amerika, telepon biasa memerlukan waktu 91 tahun untuk mencapai jumlah 100 Juta unit terpasang. Sedangkan televisi memerlukan waktu 54 tahun untuk mencapai jumlah yang sama. Sementara saat ini, handphone memperoleh satu pelanggan baru setiap 1,3 detik..! Busyet...!!!

Baca lebih lanjut...

Magenta Darah Yang Mengering

Nama warna Magenta berasal dari nama sebuah pertempuran antara tentara Perancis dan Sardinia melawan tentara Austria pada 4 Juni 1859. Pertempuran tersebut berlangsung di sebuah tempat yang bernama "Magenta".

Setelah pertempuran usai, warna campuran antara merah dan ungu ditiru oleh para ahli kimia Perancis untuk menggambarkan warna darah yang mengering. Dan untuk mengenang pertempuran yang terjadi, warna baru itu diberi nama warna "Magenta"

Baca lebih lanjut...

Hooker = Pelacur

Istilah "hooker" dalam konotasi pelacur atau wanita penghibur, ternyata berasal dari para prajurit Amerika.

Saat perang sipil (1861–1865), dikenal seorang Jenderal dari pihak Union (Utara) yang bernama Joseph Hooker (13 November 1814 – 31 Oktober 1879). Jenderal ini sering membawa wanita-wanita penghibur untuk menemaninya di kota New Orleans sepanjang masa perang sipil. Oleh anak buahnya, wanita-wanita ini diberi nama "Hooker's Division".

Lama-kelamaan kata "Division" menghilang, dan akhirnya wanita-wanita dengan profesi demikian mendapat mendapat sebutan "hooker" hingga sekarang.

Baca lebih lanjut...

Air Laut Terjernih

Laut yang airnya paling jernih di bumi terdapat di laut "Weddell", yang terletak di lepas pantai Antartika, Kutub Selatan.

Berdasarkan penelitian para ahli dari Institut Alfred Wegener pada tanggal 13 Oktober 1986, sebuah piringan bernama "Secchi Disc" yang telah ditenggelamkan hingga kedalaman 79,8 meter, masih dapat terlihat jelas dari permukaan. Tingkat kejernihan seperti ini tidak bisa dicapai secara alami oleh perairan manapun juga. Jika kita menginginkan air sejernih ini selain di "Weddel Sea" maka kita harus melakukan proses penyulingan murni.

Secchi Disk

Baca lebih lanjut...

  © Blogger templates Redesign by Yans Jedig 2010

Back to TOP