Wednesday, January 27, 2010

Batuknya Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Namun, saat menginspeksi pasukan, dia terserang batuk berat, ia pun mengatakan “MA SACRE TOUX” yang artinya “Batuk sialan”. Perwira pendamping Napoleon merasa sang jendral besar tersebut mengatakan “MASSACRES TOUS” yang artinya “Bunuh semua”. Akibatnya, seluruh 1200 tawanan Turki itu dibunuh hanya karena batuk sang jendral. Sok..., kalo dah begini siapa yang kudu tanggung jawab?

Baca lebih lanjut...

Yucatan Tidak Mengerti

Di Mexico terdapat sebuah tempat, tepatnya sebuah tanjung yang diberi nama Yucatan. Nama ini memiliki sejarah yang unik. Saat Fransisco Hernandez de Cordoba mendarat di tempat itu tahun 1517. Dia menanyakan nama tempat itu kepada penduduk suku Maya setempat. Semua penduduk yang ditanya menjawab “YUKATAN”. De Cordoba kemudian menamai tempat itu Yucatan. Saat itu dia tidak mengetahui bahwa dalam bahasa Maya, Yucatan berarti “SAYA TIDAK MENGERTI MAKSUD ANDA”. Tapi, nama Yucatan tersebut tetap melekat hingga sekarang.

Fransisco Hernandez de Cordoba

Baca lebih lanjut...

Tuesday, January 26, 2010

Sepatu kaca (bulu) Cinderella

Dapat dikatakan bahwa seluruh manusia dipermukaan bumi yang pernah mendengar kisah Cinderella pastilah mengidentikan wanita cantik ini dengan sepatu kacanya. Dan ternyata hal ini adalah sebuah keselahan besar dari cerita aslinya. Dalam kisah aslinya, Cinderella sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan sepatu kaca. Semua ini hanya karena kesalahan pencatatan sebuah legenda yang dilakukan oleh seorang penulis Prancis yang mengumpulkan kisah-kisah legenda dari seluruh penjuru dunia. Dan bila sang pengumpul cerita ini tidak salah mendengar atau mencatat, maka seluruh dunia tidak akan perneh mengidentikkan Cinderella dengan sepatu kaca, tetapi dengan bulu. Karena sepatu Cinderella memang terbuat dari bulu (tepatnya bulu tupai putih dan abu-abu) dan tidak pernah dari kaca.

Mengapa demikian...?

Charles Perrault (12 January 1628 – 16 May 1703), adalah seorang penulis cerita dari keluarga kaya raya di Prancis. Kegemarannya adalah mengumpulkan legenda-legenda di penjuru dunia, terutama di Eropa untuk kemudian ia bukukan. Termasuk didalamnya adalah Sleeping Beauty dan Cinderella yang ia salin dan terjemahkan ke dalam bahasa Perancis pata tahun 1697.

Charles Perrault.

Dalam kisah aslinya, sepatu Cinderella terbuat dari bulu tupai berwarna putih dan abu-abu, dan bahasa Perancis untuk bulu adalah “VAIR”. Entah salah mendengar atau salah apa, yang pasti ia kemudian menuliskan dalam bukunya bahwa sepatu Cinderella terbuat dari kaca atau "VERRE". Dimana dalam aksen Perancis "VAIR" dan "VERRE" dieja dengan cara yang sama namun sangat berbeda artinya.

Sejak saat itu semua anak di dunia tertegun dengan cerita Cinderella dan sepatu kacanya. Dan anak-anak itu mewariskan kesalahan tersebut kepada keturunannya termasuk didalamnya adalah kita.

Sepatu kaca (seharusnya sepatu bulu) yang tertinggal di tangga.

Jadi judul dari legenda itu sebenarnya "CENDRILLON OU LA PETITE PANTOUFLE DE VAIR" bukannya "CENDRILLON OU LA PETITE PANTOUFLE DE VERRE" yang kita kenal sampai sekarang.

Baca lebih lanjut...

Sunday, January 17, 2010

Negara Terkecil

Apa yang ada di pikiran anda ketika melihat gambar di sebelah kiri tulisan ini? Sebuah tambang minyak yang telah ditinggalkan atau laboratorium laut? Dua-duanya bukan tebakan yang tepat karena gambar tersebut adalah foto menyeluruh dari sebuah negara terkecil di dunia. Sebuah negara yang tidak atau belum diakui keberadaannya secara resmi oleh negara lain. Walaupun tidak atau belum diakui secara resmi, negara tersebut telah memiliki sistem pemerintahan, lambang negara, bendera pasport bahkan mata uang. Dengan luas daerah yang lebih kecil dari pada luas negara terkecil di dunia yang diakui dunia, Vatican City (440.000 m2), Sealand (Principality of Sealand) berdiri kokoh di tengah laut menuntuk pengakuan dunia.

Sealand

Principality of Sealand adalah sebuah negara mikro (dinyatakan merdeka oleh penduduknya sendiri namun tidak diakui sebagai sebuah negara oleh negara lain) yang mengklaim wilayahnya mencakup Roughs Tower, sebuah menara bekas yang dahulu digunakan untuk membantu pertahanan saat perang dan lautan dalam radius 12 nautical-mile. Roughs Tower terletak sekitar 10 km lepas pesisir Suffolk, Inggris, pada koordinat 51°53?40? LU, 1°28?57? BT.

Sealand

Sealand dihuni anggota-anggota keluarga dan rekan-rekan Paddy Roy Bates, yang menyebut dirinya sebagai Yang Mulia Pangeran Roy dari Sealand. Jumlah penduduknya yang tinggal di menara tersebut jarang melebihi lima orang, dan wilayahnya yang dapat dihuni mempunyai luas sebesar 550 m². Spesifikasi sealand:
  • Luas area: 550 m2
  • Jumlah warga negara: 27 (2002)
  • Jumlah penduduk saat ini: 1 orang
  • Didirikan pada: 2 September 1967
  • Kepala negara: Prince Roy Bates (de facto Prince Regent Michael Bates)
  • Sistem pemerintahan: Monarki Konstitusional.
  • Bahasa nasional: Inggris.
  • Mata uang: Sealand Dollar yang disamakan dengan Dollar Amerika.
  • Ibu kota: HM Fort Roughs
  • Etnik: Eropa, Eropa Amerika Utara
  • GDP: US$600,000 (US$22,200 per capita)
  • Zona waktu: GMT

Selamat Datang di Sealand


Sejarah Sealand

Sejarah Sealand dimulai ketika Perang Dunia II. Inggris yang khawatir terhadap kekuatan Jerman membangun sejumlah pangkalan militer. Benteng ini dilengkapi dengan banyak pasukan Inggris dan dilengkapi artileri yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat dan rudal balistik Jerman. Pangkalan militer ini ditempatkan di sepanjang pantai timur Inggris yang terletak di pinggiran wilayah perairan Inggris. Salah satu pangkalan militer itu, yang terdiri dari konstruksi beton dan besi, adalah Roughs Tower, benteng kerajaan Inggris yang terkenal. Lokasinya di sebelah utara muara Sungai Thames. Seperti halnya pangkalan laut lainnya, Roughs Tower menggunakan jangkar yang dilabuhkan ke dasar laut.Semula basis laut ini akan ditempatkan di dalam wilayah kedaulatan Inggris. Namun kemudian rencana itu berubah. Pangkalan ini ditempatkan di satu titik sekitar 7 mil laut dari pantai timur Inggris, yang artinya lebih dari dua kali jarak 3 mil laut wilayah perairan Inggris. Dengan kata lain, benteng ini berlokasi di perairan internasional Laut Utara.

Setelah perang usai, Roughs Tower beserta pangkalan lainnya mulai ditinggalkan. Namun seorang purnawirawan Mayor Inggris bernama Paddy Roy Bates menduduki pulau buatan Roughs Tower dan tinggal di sana bersama keluarganya pada 2 September 1967. Setelah pembicaraan intensif dengan para pengacara ulung Inggris, Roy Bates memproklamirkan pulau itu sebagai negara miliknya. Pria itu menobatkan dirinya dengan gelar pangeran dan istrinya digelari putri. Roy pun resmi mendirikan Kerajaan Sealand. Roy Bates kemudian dikenal sebagai Roy of Sealand. Ia memberlakukan otoritas negara di pulau itu. Sejak itu keluarga kerajaan dan orang-orang lainnya yang telah menyatakan kesetiaannya pada kepangeranan Sealand mendiami pulau itu.

Pada akhir 1968, Angkatan Laut Inggris menyadari jika salah satu pangkalannya diambil alih oleh seorang purnawirawan mayor. Maka agar tidak terjadi keributan, beberapa unit AL Inggris berangkat ke wilayah yang di klaim Roy Bates sebagai negara miliknya. Roy yang merasa terancam terhadap kedaulatan negaranya segera melakukan tindakan pertahanan. Karena ia adalah mantan anggota tentara Inggris serta negara yang didudukinya merupakan bekas pangkalan militer, tak heran Roy mempunyai senjata sebagai alat pertahanan negaranya. Maka ia pun menembaki kapal Inggris tersebut agar menjauh. Namun karena Roy masih memiliki kewarganegaraan Inggris, ia ditangkap dan kemudian dimasukkan ke pengadilan atas tuduhan kejahatan berat. Namun justru dari sinilah sumber keberhasilan spektaluler atas klaim kedaulatan Sealand.

Dalam putusannya pada 25 November 1968, Pengadilan Chelmsfort/Essex menyatakan pihaknya tidak berkompeten menangani kasus Roy karena tidak memiliki yurisdiksi di luar wilayah nasional Inggris. Ini merupakan pengakuan de facto pertama atas kepangeranan Sealand. Hukum Inggris telah memutuskan Sealand bukan bagian dari kerajaan Inggris, serta belum ada negara lain yang mengklaimnya. Karena itulah, deklarasi Pangeran Roy atas kepangeranan Sealand dinyatakan sah.

Namun meskipun demikian, menurut sejumlah dokumen rahasia yang baru terungkap, Inggris masih terus memburu Sealand, kalau perlu dengan jalan kekerasan. Namun rencana itu batal karena Inggris tidak ingin membuat keributan dan kehebohan publik. Untuk menyempurnakan kelengkapan negaranya, Roy Bates mulai menyusun konstitusi yang disahkan pada 25 September 1975. Selain itu ia juga membuat lambang, bendera, lagu kebangsaan, perangko, serta mata uang Sealand yaitu Dolar Sealand yang setara dengan nilai Dolas AS. Bahkan akhirnya ada paspor kepangeranan Sealand dan paspor diplomatik Sealand yang berbasis aturan paspor internasional. Sebagai sebuah negara, Sealand pun pernah menghadapi saat-saat genting.

Pada Agustus 1978, sejumlah warga Belanda datang ke Sealand atas suruhan seorang pengusaha Jerman. Mereka datang untuk membicarakan urusan bisnis dengan Sealand. Namun saat Pangeran Roy sedang berada di Inggris, pria-pria asing ini menculik putra Roy, Michael Bates dan merebut Sealand dengan cara kekerasan. Tak lama kemudian, Roy merebut kembali pulau itu dengan bantuan sekelompok anak buahnya. Para penyerang itu kemudian ditahan Roy sebagai tawanan perang. Selama penahanan itu, pemerintah Belanda dan Jerman mengajukan petisi untuk kebebasan mereka. Awalnya mereka meminta pemerintah Inggris untuk mengintervensi masalah tersebut. Namun pemerintah Inggris menolaknya dengan alasan adanya putusan pengadilan sebelumnya bahwa Inggris tidak berhak atas wilayah Sealand. Akhirnya, sebagai bentuk pengakuan de facto atas kedaulatan Sealand, pemerintah Jerman mengirimkan seorang diplomat langsung ke Sealand untuk bernegosiasi mengenai pembebasan warganya. Roy akhirnya membebaskan tawanannya. Roy bersyukur karena insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Pada tahun 1987, negara-negara yang memiliki perairan laut boleh menambah luas wilayah lautnya sejauh 12 mil dari bibir pantai. Roy pun kemudian memperluas wilayah Sealand sesuai aturan tersebut.


Beberapa interior sealand

Namun setelah 30 tahun lebih, kesehatan sang kepala negara, Pangeran Roy terus memburuk seiring bertambahnya usianya. Sealand yang tidak memiliki satupun rumah sakit membuat Pangeran Roy harus terbang ke Inggris untuk dirawat. Ia menggunakan paspor Inggris akrena negaranya belum diakui secara resmi atau de jure oleh negara manapun. Kekuasaan Roy sebagai kepala negara kemudian diserahkan kepada anaknya, Michael Bates. Michael Bates kemudian resmi menjadi Pangeran Michael of Sealand yang memiliki kekuasaan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. James, anak dari Michael kemudian dinobatkan menjadi Pangeran James. Belakangan Michael berencana menjual Sealand kepada orang lain, tidak termasuk aset negara. Pangeran Michael akan menjanjikan pajak yang ringan dan pemandangan yang sangat indah dari Sealand.

Michael Bates

Sejumlah pengusaha real estate yang tertarik terhadap Sealand menginginkan sebuah otonomi nantinya bagi mereka. Kamu tertarik juga untuk membeli Sealand? Boleh saja asal kamu mau membayar dengan nilai lebih dari delapan digit angka.

Baca lebih lanjut...

Thursday, January 14, 2010

Pornografi dan Sex Toy Tertua Di Dunia

Pornografi sekan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Terlepas dari sebatas apa sesuatu hal dapat di kategorikan sebagai pornografi yang memang lebih tergantung pada pendapat masing-masing, pornografi merupakan hal yang tidak mengenal musim. Selalu trend dan tidak pernah usang untuk di bicarakan. Begitu pula dengan masa-masa ketika peradaban manusia belum lagi maju dan masih hidup di dalam gua, pornografi sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Hal ini terbukti dengan dua penemuan di bawah ini, yang kemudian tercatat sebagai Pornografi dan sex toy tertua di dunia yang ditemukan manusia sampai saat ini.

Pornografi tertua di dunia

Ukiran berbentuk tubuh perempuan tanpa kepala (kepalanya sangat kecil) dengan paha besar dan payudara menonjol yang di sinyalir sebagi pornografi tertua di dunia di temukan di sebuah gua di Jerman. Sebuah ukiran gading berbentuk perempuan gendut yang ditemukan di Gua Hohle Fels, Jerman ini sanagat unik. Selain sosok tubuhnya yang mengundang perhatian, patung tersebut umurnya sudah sangat tua. Apalagi setelah melalui penelitian laboratorium, terbukti bahwa ukiran tersebut terbuat dari gading mammoth, gajah raksasa berbulu yang telah punah.


"Ini merupakan ukiran berbentuk sosok tubuh manusia yang paling tua di dunia," ujar Jill Cook, seorang kurator paleolitikum dan mesolitikum di British Museum, London.

Berdasarkan pengukuran karbon, usianya diperkirakan 35.000 tahun. Patung-patung baru di Israel dan Afrika sebenarnya ada dua kali lebih tua daripada patung ukiran ini. Namun, bukan hasil pahatan melainkan kumpulan batu yang membentuk sosok manusia.

Ketika ditemui, ukiran gading tersebut telah pecah dalam enam bagian. Hasil rekonstruksi menunjukkan sosok tubuh perempuan tanpa kepala, dengan perut berlemak, payudara menonjol, dan paha besar dengan bagian lengannya kirinya hilang.

"Ini sangat berkaitan dengan hal berbau seksual," ujar Nicholas Conard, arkeolog dari Universitas Tuebingen. Menurutnya adanya ukiran berbentuk tubuh manusia ini menunjukkan bahwa manusia sejak lama sudah punya kemampuan menyimbolkan tubuhnya dalam bentuk benda.

Patung ukiran gading ini hanya setinggi 6 centimeter. Conard menduga ukiran tersebut digantung di ujung tali. Namun, fungsinya buat apa tak diketahui pasti meski diperkirakan pembuatnya terobsesi dengan seks. Secara umum, ukiran ini mirip patung-patung disebut para arkeolog sebagai figur Venus yang khas tanpa kepala dan kaki. Sekitar 150 figur Venus ditemukan antara Pegunungan Pyrenees hingga Russia bagian selatan dan berumur antara 25.000-29.000 tahun.

Sex toy tertua di dunia

Ukiran lain yang telah dilapisi juga ditemukan di gua Hohle Fels, Jerman selain ukiran patung yang merukapan pornigrafi tertua di dunia diatas.


Ukiran sepanjang 20cm dengan diameter 3cm yang terbuat dari batu, ditemukan terkubur di bagian lain gua Hohle Fels, jerman. Penanggalan karbon membuktikan bahwa ukiran ini berumur sekitar 28.000 tahun.


"Dari ukuran dan tempat ditemukannya, disimpulkan bahwa benda ini tidak dipakai sebagi hiasan atau pun pajangan. Tetapi merupakan alat bantu seks (seks toy) yang dibuat oleh manusia yang hidup pada jaman es." Kata Professor Nicholas Conard dari universitas Tubingen.

Bagi anda yang berniat benda-benda di atas secara langsung dapat mengunjungi Museum Pra-sejarah Blaubeuren.

Baca lebih lanjut...

Wednesday, January 13, 2010

Home Theater Termahal

Jeremy Kipnis, seorang Produser dan Engineer Musik membuat Home Theater pribadi termahal didunia. Dia menghabiskan biaya sebesar 6 juta dollar (kurs rupiah Rp. 9.500, berarti 57 milyar rupiah) untuk membeli kelengkapan home entertainmentnya. Suatu biaya yang tidak sedikit tentunya untuk memenuhi kepuasan hati. Hasilnya pun luar biasa, Guinness Book of World Record mematenkan Home theater Jermy Kipnis ini sebagai Home Theater termahal dengan kualitas audio visual terbaik.

Perlengkapan apa saja yang ia gunakan untuk memuaskan hobinya tersebut?


Picture Elements:
Sony SRX-S110 Professional Video Projector
Stewart 18-by-10-foot Snowmatte 1.0 Gain Laboratory-Grade Motion Picture Screen

Players and Sources:
Sony BDP-S1 Blu-ray Player
Sony PlayStation 3 Gaming Console
Toshiba HD-XA1 HD DVD Player
JVC HMDH-5U D-VHS Recorder
SATA Drive (72 HDTV Hours Total)
Mark Levinson N° 51 DVD/CD Media Player
Pioneer HLD-X0 Hi-Vision HDTV MUSE Laserdisc Player

Surround Processing and Decoding:
Theta Digital Generation VIII 32-bit 8x Oversampling Dual Processors (13)

Amplification:
Mark Levinson N° 33h Amplifiers (2)
McIntosh MC-2102 Amplifiers (30)
Crown Macro Reference Gold Amplifiers (3)

Speakers:
Snell 1800 THX Music & Cinema Reference Subwoofers (16)
Snell THX Music & Cinema Reference Towers (8)
MuRata ES103A Super Tweeters (10)
Snell THX Music & Cinema Reference LCR-2800 Center-Channel Speakers (3)









Sumber: Home Theater Design

Baca lebih lanjut...

Thursday, January 7, 2010

Seberapa Besar (Kecil) kah Planet Kita?

Bumi (Earth) adalah planet dimana kaki kita berpijak bersama 6,794,800,000 manusia lainnya berdasarkan sensus PBB 2010. Di planet ini terdapat berbagai mahluk hidup yang jumlahnya tak terhitung, kita salah satu diantaranya. Plenet ini, planet kita, adalah sebuah bola yang menyangga gedung-gedung tinggi, bangunan-bangunan besar, gunung-gunung yang tinggi megah, dan tentunya samudera-samudera sangat luas dan dalam. Dapat di bayangkan betapa luasnya planet kita, betapa besarnya planet kita.

Apa iya planet kita planet yang besar...???


Bumi (Earth), adalah planet "TERBESAR" jika di bandingkan dengan Merkurius, Venus, Mars dan Pluto yang saat ini sudah tidak di kategorikan sebagai planet lagi.


Tapi lihat, ternyata planet kita kalah besar dengan planet-planet lain di dalam tatasurya (solar system) kita. Bumi seakan tidak berarti apa-apa di banding kebesaran Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita.


Lalu bagaimana bila Bumi kita bandingkan dengan Matahari, bintang terdekat dengan planet kita? Ah, betapa kecilnya Bumi dan betapa besarnya Matahari. Tapi..., lagi-lagi..., apa iya matahari kita memang besar sekali?


Ternyata tidak. Masih ada bintang lainnya yang lebih besar. Sirius, Pollux bahkan Arcturus. Dalam gambar diatas, Planet terbesar didalam tatasurya kita, Jupiter hanya berukuran satu pixel saja, sedangkan Bumi, planet kita sudah tidak bisa kita lihat dalam perbandingan ini. Arcturus memang besar..., besar sekali.


Tidak..., tidak...!!! Acturus masih termasuk bintang yang kecil. Bandingkan dengan Rigel dan bintang-bintang lainnya terutama Antares. Bila antares sebesar gambar di atas, maka Matahari hanya berukuran satu pixel, dan Jupiter sang planet terbesar di dalan tatasurya kita sudah tidak bisa kita lihat lagi. Antares memang besaaaaaaaaaarrrrrrrrr.....!!!


Antares tetap bukan yang terbesar. VY Canis Majoris adalah bintang terbesar yang pernah ditemukan manusia sampai saat ini. Lalu bagaimana bila Matahari kita di bandingkan dengan VY Canis Majoris di atas?


Gambar diatas membuktikan matahari kita hanya sebutir pasir tak berarti di bandingkan dengan VY Canis Majoris. Dan....


....Dan semua benda-benda langit diatas, termasuk bumi, Matahari dan VY Canis Mayoris tinggal didalam satu rumah yang disebut dengan Galaksi Bima Sakti (Milky Way). Matahari (Sun) dan VY Canis Majoris adalah dua dari bermiliar-miliar bintang lainnya yang juga tinggal didalam Galaksi kita. Bagaimana? Bukankah Galaksi kita memang benar-benar sebuah rumah yang amat sangat besar?


Galaksi Bima Sakti yang menampung bermiliar-miliar bintang (termasuk Matahari dan VY Cani Majoris) ternyata masih merupakan kumpulan benda-benda langit yang kecil jika di bandingkan dengan Galaksi Abell 2029 yang merupakan Galaksi Terbesar yang ditemukan manusia sampai saat ini. Besarnya 80 kali galaksi kita, Bima Sakti. Dan ternyata....


...Ternyata, Abell 2029 dan galaksi kita sendiri hanyalah dua dari triliunan galaksi yang menempati alam semesta (The Universe) kita. Lingkaran kuning adalah tempat dimana Abell 2029 berada.

Lalu....,

Masihkah kita merasa memiliki hak untuk menjadi sombong dengan segala kebesaran yang kita miliki? Tak terbayangkan betapa kecilnya kita jika di bandingkan kebesaran dan kemegahan alam semesta tempat triliunan galaksi yang berada didalamnya.

Akhir kata....,

Sanggupkah kita membandingkan kebesaran yang kita rasa kita miliki dengan dengan kebesaran YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA ini?
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.
(Al Baqarah [2:117])

Baca lebih lanjut...

  © Blogger templates Redesign by Yans Jedig 2010

Back to TOP