Tuesday, November 10, 2009

Plaza dari 5000 Tahun Yang Lalu

Sebuah plaza bundar yang dibangun 5.500 tahun lalu telah ditemukan di Peru, dan para arkeolog yang terlibat dalam penggalian mengatakan Senin penentuan tanggal karbon menunjukkan plaza itu merupakan salah satu bangunan tertua yang pernah ditemukan di Amerika. Satu tim ahli kekunoan Peru dan Jerman menemukan plaza itu, yang tersembunyi di bawah potongan lain arsitektur di reruntuhan yang dikenal sebagai Sechin Bajo, di Casma, 370 Km di utara Lima, ibukota Peru.


“Itu merupakan penemuan yang mengesankan, masyarakat ilmuwan dan arkeologi sangat senang,” kata Cesar Perez, ilmuwan di Institut Kebudayaan Nasioal Peru yang mengawasi proyek tersebut. “Ini dapat mendesain kembali sejarah negara ini.” Sebelum penemuan di Sechin Bajo, pakar arkeologi menganggap benteng kuno Caral Peru adalah salah satu dari yang tertua di belahan bumi Barat, sekitar 5.000 tahun.

Areal Sechin Bajo

Para ilmuwan mengatakan Caral, yang terletak beberapa jam naik mobil dari Sechin Bajo, merupakan satu dari enam tempat di dunia — bersama dengan Mesopotamia, Mesir, Cina, India dan Mesoamerika — tempat manusia memulai kehidupan di kota lima ribu tahun lalu. “Penentuan tanggal yang dilakukan oleh pakar arkeologi Jerman menyebutkan sekitar 5.500 tahun, tapi sebagian lainnya dapat lebih tua bergantung pada hal lainnya yang ditemukan,” kata Perez. Sebelumnya penemuan dekat Sechin Bajo berusia 3.600 tahun.


Maket 3 Dimensi Sechin Bajo

“Mereka telah sangat maju mengerti arsitektur dan bangunan. Ini dapat secara jelas terlihat dalam kenyataan bahwa material yang mereka gunakan bertahan sangat lama,” Peter Fuchs, salah seorang arkeolog, mengatakan pada suratkabar El Comercio. Tempat pertemuan sosial yang Fuchs dan rekannya temukan dibangun dengan batu dan batako.

Reruntuhan Sechin Bajo

Ratusan tempat arkeologis menutup Peru, dan banyak puing dibangun oleh kebudayaann kerajaan Incan yang dulu sangat berkuasa, yang mencapai puncaknya pada abad ke16, sesaat sebelum penakluk Spanyol datang di tempat yang sekarang adalah Peru
Seni Sechin Bajo

Baca lebih lanjut...

Monday, November 2, 2009

Hard Drive Pertama Di Dunia

Tanggal 4 September 1956 IBM memperkenalkan hard disk pertama di dunia. Hard disk berukuran dua lemari es harganya senilai $250.000 sekarang, dengan kemampuan 5 MB, atau hanya cukup untuk menyimpan satu lagu dalam format MP3. Berat harddisk tersebut lebih dari 1 ton. Di bawah ini adalah spesifikasi Harddisk pertama di dunia, IBM 305 RAMAC (Random Access Method of Accounting and Control) tahun 1956. Bandingkan spesifikasinya dengan harddisk yang anda miliki saat ini.



IBM 305 RAMAC (Random Access Method of Accounting and Control) tahun 1956

Kapasitas: 4,8 MB
kecepatan rotasi: 1.200 rpm
Harga Sewa: $3.200 per bulan (1957)
Pengguna bisnis pertama: Chrysler’s MOPAR Division (1957)
Jumlah unit yang pernah diproduksi: Lebih dari 1000 unit hingga tahun 1961

Baca lebih lanjut...

Wednesday, October 14, 2009

Lensa Kamera Terbesar Di Dunia

The Sigma Corporation dengan bangga mengumumkan produk terbaru mereka APO 200-500mm F2.8/400-1000mm F5.6 EX DG. Seperti yang bisa Anda lihat dan perkirakan sendiri, lensa monster ini sangat berat, hampir 16 kg. Dan harganyapun tidak murah, Rp. 264.000.000,-
Di desain untuk orang dewasa, lelaki, kaya dan profesional tentunya. Para fotografer yang membutuhkan latar belakang yang bersih dan kecepatan dalam pengaturan cahaya akan sangat terbantu oleh lensa ini.


Baca lebih lanjut...

Gemeretak Pada Persendian

Siapapun anda tentu sudah pernah mengalami dan merasakan suara klik atau gemeretak pada jari tangan, kaki ataupun persendian tubuh yang lain. Ada kepuasan tersendiri ketika menggeliat atau kalau orang jawa bilang “mulet” dan bagian tubuh kita yang terasa capai mengeluarkan suara gemeretak “kretek..krek”. Suara itu bisa keluar karena diputar, di tekan, ditarik tergantung jenis sendinya.

Sehabis di pijat juga rasanya nyaman kalau jari tangan atau kaki kita di “jethutin”. Tapi mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui asal muasal suara unik itu. Apakah karena engsel kita yang sudah berkarat dan butuh oli? Atau tulang keropos seperti kata iklan susu berkalsium tinggi ?

Nah mari kita selidiki hal yang menarik ini..

Persendian di tubuh kita ada berbagai jenis ada yang merupakan sendi engsel seperti lutut, siku. Ada yang mampu kita putar dan gerakkan ke banyak arah seperti tulang leher dengan sendi putarnya. Ada sendi yang hanya mampu bergeser seperti tulang belakang kita. Ada juga sendi peluru yang berada pada tulang bahu kita. Masing-masing mempunyai fungsi dan gerakan tersendiri.

Sebagaimana mesin membutuhkan pelumas maka tubuh kita juga butuh “oli” alami. Tulang persendian kita mempunyai selaput sendi atau membran sinovial yang menghasilkan minyak sinovial. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga gesekan berjalan lancar dan halus dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit. Minyak sinovial juga mengandung berbagai jenis nutrisi dan campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.

Letusan gas dan pergeseran jaringan

Nah, saat Anda mematah-matahkan tangan, ruangan berisi cairan di sekitar sendi akan meregang. Karena regangan itulah, gas di dalam cairan akan dilepaskan. Letusan gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi di persendian. Menurut para ilmuwan, cairan sendi harus menyerap gas kembali beberapa saat sebelum Anda dapat membuat bunyi yang sama.

Tendon dan ligamen juga penyebab timbulnya suara. Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet yang mengikat otot dengan ujung-ujung tulang agar tidak lepas. Begitu pula dengan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya.

Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan ligamen lepas dari tempatnya, namun segera kembali. Misalnya, saat lutut Anda berbunyi karena berdiri dari posisi duduk.

Pada penderita arthritis, suara gemeretak sangat mudah terjadi dan rasanya sangat nyeri. Tulang belulang kehilangan jaringan tulang rawan sehingga ujung-ujung tulangnya kasar. Cairan sinovial bertambah banyak sehingga sendi terasa kaku dan sakit.

Para ilmuwan telah mempelajari apakah kebiasaan mematah-matahkan sendi dapat memicu arthritis atau merusak organ tubuh. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja tanpa berisiko apa pun. Meskipun demikian, penelitian lainnya menunjukkan bahwa aktivitas yang berlebihan akan merusak jaringan lembut di sekitar sendi sehingga tangan bengkak dan sulit digerakkan.

So sudahkah anda gemeretakkan sendi anda hari ini

Sumber: Live Science

Baca lebih lanjut...

Saturday, September 12, 2009

Kubah Kiamat

Sebuah bangunan sangat kuat yang dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara. Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia, biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan. Karena fungsi sebagai penyelamat manusia, maka kubah itu diberi nama Kubah Kiamat (Doomsday Vault). Kubah tersebut terletak di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari Kutub Utara.


Pintu masuk dan penampang.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyebut bahwa Svalbard Global Seed Vault merupakan kebijakan penyelamatan kami. “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan,” ujar Jens Stoltenberg dalam upacara peresmian kubah itu. Acara yang monumental tersebut juga dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso, dan penerima Nobel Perdamaian 2004, Wangari Maathai, dari Kenya.

Lorong menuju ruang utama.

Setelah diresmikan, kubah yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter ini akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih.

Ruang penyimpanan benih dan biji-bijian.

Kubah yang pembangunannya memakan biaya US$9,1 juta-hasil kerja sama Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai badan PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization) dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia-diharapkan benar-benar bisa jadi solusi masa depan demi kelangsungan kehidupan manusia.

Baca lebih lanjut...

Friday, August 28, 2009

Ikan Perairan Terdalam

Rekor dunia untuk ikan yang hidup di perairan terdalam jatuh pada ikan dari keluarga BROTULID yang mana para ilmuan hampir tidak mengetahui apa-apa mengenai ikan-ikan jenis ini karena begitu ekstrimya alam tempat mereks hidup. Ikan-ikan jenis ini hidup di kedalaman lebih dari 7 kilometer dari permukaan laut dan ikan yang hidup paling dalam dari keluarga ini dan dari semua jenis ikan adalah ABYSSOBROTULA GALATHEA yang ditemukan di palung Puerto Rico pada kedalaman 8.372 meter. Ilmuan begitu kesulitan untuk meneliti ikan ini, karena dengan teknologi sekarang tetap saja ikan ini tidak bisa bertahan hidup ketika dibawa kepermukaan.


Mata dari ikan nyaris tidak memiliki mata. Walaupun memiliki rongga tulang semacam tempat untuk bola mata seperti pada ikan lainnya, mata ikan ini nyaris tidak berfungsi sama sekali. Hal ini dikarenakan cahaya matahari tidak bisa menembus kedalaman ini. Ikan ini hanya menggunakan matanya ketika ia berpas-pasan dengan binatang-binatang laut yang memiliki cahaya sendiri yang merupakan makanan mereka. Selain itu, matanya tidak akan berguna, Ikan ini SEPERTINYA memiliki sensor tersendiri di tubuhnya untuk bergerak, hidup, dan berkembang biak di dalam kegelapan total.

Abyssobrotula Galathea

Baca lebih lanjut...

Moses Miracle of Jindo Island

Pulau Jindo di Korea Selatan adalah tempat terjadinya salah satu fenomena alam yang paling luar biasa. Mereka menyebutnya dengan Moses Miracle atau Keajaiban Nabi Musa. Seperti diketahui keajaiban Nabi Musa yang terkenal adalah ketika ia, atas izin ALLAH Swt., membelah laut. Begitu pula yang terjadi pada fenomena ini. Dimana dua tahuan sekali, selama pasang surut, daratan sepanjang 2,8 kilometer dan lebar 40 meter muncul ditengah lautan. Kemunculan daratan itu kemudian menghubungkan dua pulau kecil yang biasanya terpisah, pulau Jindo dan pulau Modo selama satu jam. Setelah itu, kedua pulau itu kembali terpisah.


Fenomena alam ini selalu disambut dengan sebuah festival yang berusia ratusan tahun, dimana untuk saat ini festival tersebut tidak hanya diadakan oleh penduduk setempat saja tapi juga orang-orang dari seluruh dunia ikut bergabung dalam festival tersebut. (Tempat yang cocok untuk jualan suvenir, kacang dang ngasongin rokok... tentunya kalo di Indonesia). Walaupun kejadian ini sudah berlangsung ratiusan tahun, Moses Miracle baru diketahui dunia pada tahun 1975 ketika seorang duta dari Prancis mengunjungi Korea Selatan dan menulis hal ini pada koran Prancis.

Festival Pulau Jindo

Menurut legenda, suatu saat penduduk sebuah desa di lembah Jindo diserang oleh macan dengan bulu dari api. Semua penduduk lari menyelamatkan diri menuju pulau diseberang dengan menggunakan perahu. Tapi, seorang nenek telah mereka lupakan. Akhirnya dalam keputus asaan, nenek tersebut berdoa kepada dewa laut yang kemudian membelah laut tersebut. Ketika nenek itu sampai dipulau seberang, laut itu kembali bersatu dan dewa laut menghukum penduduk yang melupakan nenek terebut. Nama nenek tersebut adalah Modo.



Moses Miracle

Baca lebih lanjut...

  © Blogger templates Redesign by Yans Jedig 2010

Back to TOP